PSM Tundukkan Persija
MAKASSAR - Meski harus bermain tanpa dihadiri pendukung setianya, PSM Makassar tetap berjaya kala menjamu Persija Jakarta. Bermain di Stadion Andi Mattalatta, Rabu (25/11/2009), PSM menang dengan skor 2-1.
Partai PSM vs Persija ini dilarang dihadiri penonton menyusul sanksi Komdis PSSI terkait kekisruhan dipartai PSM vs PSPS. Akibat kekisruhan tersebut PSM diharuskan menggelar 1 partai kandang tanpa dihadiri penonton.
Meski demikian, PSM seakan tak terpengaruh dan mampu menampilkan permainan impresif. Dalam permainan yang ketat, kedua tim sama-sama menerapkan permainan terbuka. Namun barisan pertahanan yang pincang menyusul absennya Abanda Herman menjadi momok bagi Persija.
Benar saja, PSM mampu memanfaatkan kelonggaran daerah yang ditinggalkan Herman dengan mencetak gol di menit ke 38 melalui kaki Asri Akbar. Sebuah tendangan kerasnya gagal diantisipasi kiper Macan Kamayoran. Kedudukan 1-0 tak berubah hingga jeda turun minum.
PSM telah berhasil menggandakan keunggulan ketika baru tujuh menit lepas restart. Gol kedua PSM ini dicetak oleh legiun asingnya, Cristian Carrasco.
Persija yang tak mau dipermalukan begitu saja, mencoba menggiatkan serangannya. hasilnya, dimenit ke 74, terjadi pelanggaran di kotak penalti PSM dan menghasilkan sebuah tendangan penalti bagi Persija. Bambang Pamungkas yang dipercaya sebagai algojo tak mengalami kesulitan menundukkan kiper tuan rumah dan kedudukanpun berubah menjadi 2-1.
Tugas pemain Persija untuk mengejar ketertinggalan semakin berat kala Leonart Tupamahu menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Hasilnya, hingga laga usai kedudukan tak berubah 2-1 untuk kemenangan tuan rumah PSM.
Tambahan tiga poin ini mengerek posisi PSM ke peringkat 8 dengan delapan poin. Sementara bagi Persija kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi manajemen Macan Kemayoran karena dari empat laga, Bambang Pamungkas cs sudah kalah tiga kali dan sekali menang.
Kambing hitamkan Bek
Menanggapi kekalahan timnya, pelatih Persija Maman Suryaman berkilah kalau absennya sejumlah pilar terutama barisan pertahanan menjadi biang kerok kekalahan tersebut.
“Kami sulit meracik strategi karena pemain pilar absen. Kelemahan di lini pertahanan sangat terasa ketika Abanda dan Baihakki absen saat bersamaan,” kata Maman.
Berita terkait:

