Jelang Lawan Australia, Indonesia U-19 Bidik Hasil Imbang
BANDUNG - Indonesia akan melakoni laga berat melawan Australia dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Asia U-19. Sadar akan kekuatan lawan, pelatih Cesar Payovich tidak berani menargetkan kemenangan, hanya membidik hasil imbang.
Setelah dalam partai kedua Indonesia berhasil memukul Taipei, sore nanti bakal kembali menghadapi lawan berat. Untuk bisa bermain maksimal dan mencuri poin, Cesar meminta anak asuhnya agar bisa tetap tenang dan selalu waspada terutama terhadap bola-bola crossing Australia.
“Bola-bola crossing Australia sangat berbahaya, mereka pasti akan memanfaatkan keunggulan postur. Kita harus bisa bermain tenang dan mencoba mencegah mereka melakukan umpan berbahaya ke kotan penalti. Jika mampu melakukan hal itu, kita memiliki peluang untuk setidaknya memaksakan hasil imbang,” jelas Cesar.
Meski secara kualitas pemain Australia berada diatas pemain Indonesia, namun Cesar tetap berharap kenyataan dilapangan berbeda dari prediksi kebanyakan orang. Ia akan memompa semangat anak-anak agar bisa memberikan yang terbaik bagi negara.
“Australia memiliki lima atau enam pemain yang beraksi di Piala Dunia U-21. Tim mereka sangat kuat dan secara fisik kita harus akui berada di bawah mereka. Saya tidak mencari alasan kemungkinan terburuk, tetapi kami akan mencoba memberikan yang terbaik yang dapat kami perlihatkan.” imbuh Cesar.
Mengingat barisan bertahan Australia memiliki keunggulan postur tubuh yang tinggi, maka Cesar akan mencoba menerapkan perubahan dilini depan. Pasangan Syamsir Alam dan Alan Martha yang sukses membobol gawank Taipei kemungkinan akan berubah. Hal itu dilakukan juga untuk menghindari cedera pemain.
“Lini belakang tim nasional Australia sangat tinggi, mungkin saja saya akan mengubah beberapa hal di lini depan. Bukan saja karena alasan strategi, tetapi untuk melindungi para pemain kita dari berbagai kemungkinan, salah satunya cedera” ungkap pelatih asal Uruguay.
Sementara berbicara masalah target, Indonesia membidik posisi ketiga klasemen.





