Kalah Dari Oman, Indonesia Masuk Kotak
JAKARTA - Timnas senior Indonesia dipastikan masuk kotak dan gagal melaju ke putaran final Piala Asia 2011 menyusul kekalahan 2-1 atas Oman. Ini merupakan kemunduran sepakbola Indonesia karena dalam empat penyelenggaraan sebelumnya tim merah putih selalu berpartisipasi.
Bertanding di Stadiun Utama Gelora Bungk Karno, Rabu (6/1/2010) malam WIB, tim merah putih justru langsung tertekan sejak menit awal. Tim besutan Benny Dollo nampak belum bisa mengembangkan permainan dan harus menerima gempuran bertubi-tubi dari tamunya.
Seperempat jam pertandingan berjalan, Oman nyaris mencetak gol jika saja Markus Horison tak mampu menepis tendangan keras Al Mukhaini yang mengarah ke sudut bawah gawangnya.
Tekanan demi tekanan pasukan Claude Le Roy akhirnya membuahkan hasil dengan bobolnya gawang Markus pada menit ke 31 melalui kaki Bait Doorbeen Fawzi Basher.
Berawal dari sebuah tendangan bebas, bola berhasil disambut dengan kepala Fawzi. Markus tak bisa berbuat banyak lantaran arah bola berubah karena terlebih dulu menyentuh punggung Bambang Pamungkas.
Meski terus ditekan, Indonesia sempat mencuri gol melalui striker Persipura Boaz Solossa pada masa injury time babak pertama. Ponaryo Astaman melakukan umpan jauh ke jantung pertahanan Oman. Boaz yang lolos dari jebakan offside berhasil mengejar bola untuk selanjutnya melewati dua bek lawan dan diakhiri dengan tendanga menembus gawang. Babak pertama skor sama kuat 1-1.
Dua menit babak kedua berjalan, gawang Indonesia sudah terancam ketika tendangan keras Hasa Rabea sedikit keluar mulut gawang.
Bahkan dimenit ke 52, Markus dipaksa harus memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua. Sebuah aksi individual Ismail Sulaiman berhasil memperdaya pemain bertahan Indonesia yang memang sudah salah pengawalan. Kemudian diakhiri dengan sebuah tendangan keras dari jarak dengan yang tak mampu ditepis Markus. 2-1 Oman kembali memimpin.
Selepas gol tersebut Indonesia masih juga belum mampu bangkit. Alih-alih membikin gol penyama, tim merah putih justru semakin tenggelam oleh dominasi permainan Oman. Beberapa kali Markus dibuat berjumpalitan menyelamatkan gawangnya.
Di masa injuri time, sempat terjadi insiden dengan masuknya seorang penonton berkostum timnas Indonesia. Penonton tersebut nekat masuk lapangan dan sempat menggiring bola dari tepi lapangan lalu melepas tembakan kearah kiper Al Habsi. Petugas keamanan langsung bertindak cepat dengan mengamankan penyusup.
Hingga pertandingan usai, kedudukan tak berubah tetap 2-1 untuk kemenangan Oman sekaligus mengubur impian Indonesia berlaga di Piala Asia 2011.
4 Comments
Other Links to this Post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI






By udin, January 7, 2010 @ 4:16 am
hhhuuuuu..
ada2 ja nehpersepakbolaan kita..
masa masukin LIonel MeSSI dimenit akhir..
ga pakai spatu pula lagi..
langka Bnget..
By darah singa, January 7, 2010 @ 7:50 pm
kapan Indonesia bisa juara???
ganti saja pelatihnya……….. gimana kalau Gush Hiddink, katanya mau mengadakan piala dunia 2022????
kok samapi kalah sama Oman yang notabenya, jauh di bawah negara2 yang sepak bolanya sudah modern!!!!!!
atau, liga kita yang di rubah, mulai wasit, pemain, sampai perangkat pertandingan!!!!! kan liga kita masih jauh di bawah singapura, uji coba saja kalah kok, bagaimana resmi????
maju terus sepak bola indonesia……………………
By candrea, January 8, 2010 @ 8:12 pm
Semoga indonesia masuk semi final pada tahun yg akan datang
By Kerja Di Rumah, January 8, 2010 @ 10:05 pm
Kekalahan yang terus dialami timnas indonesia memang membuat siapapun yang melihatnya merasa kecewa. Apalagi ketika itu terjadi di hadapan public sendiri. Makanya wajar jika terjadi luapan emosi yang berlebihan dari para fans fanatic timnas.
Hal ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi timnas Indonesia dan pihak-pihak yang terkait. Dimana dari masa ke masa kualitas timnas kita seolah semakin menurun dalam hal kualitas dan prestasi.
Membuat Blog